Sarapan

1044 Kata

                Aliya menatap ponsel nya berkali-kali hanya ingin mengecek kapan terakhir kali Gellar aktif. Sejak mereka pulang semalam, mereka bahkan tidak saling bertukar pesan lagi, entah sekedar mengucapkan selamat malam, ataupun mengucapkan selamat pagi hari itu. Sebenarnya Aliya tidak mau berharap banyak, hanya saja ia ingin membuat kisah cinta nya sama persis dengan apa yang ada di novel-novel perjodohan. Tapi sepertinya tidak bisa, Aliya saja yang terlalu berekspektasi.                 Adzan subuh mulai terdengar, Aliya yang sudah terbangun sejak tadi lantas buru-buru berdiri menuju kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudhu lalu bersiap-siap untuk sholat. Setelah nya, Aliya langsung bersiap-siap untuk berangkat menuju kantor. Hari ini memang tidak ada jadwal yang begitu penting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN