Gellar memandang foto seorang wanita bersama dengan seorang pria di layar ponsel nya, sepasang kekasih itu nampak sempurna dari sudut pandang Gellar, ia bahkan tidak pernah melihat senyum seperti itu ketika masih bersama dengan wanita yang ada di foto. Gellar menyimpan kembali ponsel nya, namun ia seketika berhenti ketika mendapati nama Aliya berada di baris chat paling atas, Gellar tersenyum, gadis yang ia temui di Bali beberapa waktu yang lalu ternyata se-manis ini. Aliya yang kala itu bersikap dingin justru berbalik seratus delapan puluh derajat, entah apa penyebab nya. “Pak, jadwal hari ini seharusnya udah selesai. Sepertinya bapak sudah bisa pulang.” Ucap Tia, sekretaris Gellar, Gellar melirik jam di pergelangan tangannya, belum jam pulang, namun sehar

