“Besok malam, makan malam di rumah ya.” Ucap Gellar. Aliya mengangguk, kemudian dia diam saja, tidak tahu harus merespon seperti apa. ia sebenarnya belum mau datang ke rumah Gellar terlalu sering, ia masih malu, apalagi orang tua Gellar terlalu welcome kepada nya, Aliya sampai tidak tahu harus bersikap seperti apa. “Kok diam?” Tanya Gellar. “Ya gak tau mau respon kayak gimana. Emang gak apa-apa mas kalau keseringan datang? Nanti orang tua kamu bilang apa lagi sama aku. duhh gak enak.” Jawab Aliya yang seakan meluapkan isi hati nya kepada Gellar. Seketika pria itu tertawa dan reflek mengelus rambut Aliya dengan lembut. “Orang tua saya yang manggil kamu ke rumah. Emang kenapa kalau kamu sering datang? Bagus lah, biar hapal se

