Badan Aletta mendadak kaku. Wajahnya tertunduk dan tangannya terulur di mana jari-jarinya masih terkait di lengan Hamzah. Merasa lengannya sedikit ditarik, Hamzah pun menoleh ke belakang. Dia segera mendekati istrinya, saat melihat wanita cantik itu memalingkan wajah dan terlihat lebih suram dari pada tadi. “Sayang, ada apa?” tanya Hamzah pelan. “Sayang, kamu janji kan ntar kasih aku tas baru?” “Pasti lah. Apa sih yang gak buat kamu.” Seorang pria dan wanita berjalan di samping Hamzah yang sedang memegang lengan Aletta. Mereka seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara. Kevin. Pria penghancur hidup Aletta ada di sana bersama kekasih barunya. Kevin menoleh ke Hamzah. “Bisa minggir gak? Ini pintu!” tegas Kevin sedikit kasar. Hamzah menoleh lalu menggandeng istrinya. “Oh maaf

