Hamzah menggelengkan kepalanya. Dia melarang istrinya melabrak para orang julid yang berkomentar buruk tentang sang istri. Aletta langsung cemberut menatap suaminya. Dia tidak mengerti mengapa suaminya melarangnya melabrak para wanita di belakang mereka yang masih terdengar berbisik-bisik membicarakan mereka. Hamzah menoleh ke istrinya. Senyumnya tipis tapi sangat indah. “Masih mual, Sayang?” tanya Hamzah dengan suara lembut. “Mu-mual?” tanya Aletta bingung. “He em. Kan tadi bilangnya masih gak enak perutnya. Apa dedeknya udah gak rewel lagi?” jawab Hamzah sambil memegang perut istrinya. Seketika wajah Aletta memerah. Bahkan dia sampai menundukkan kepalanya karena malu. Bibirnya tidak berhenti tersenyum sambil merasakan usapan lembut sang suami di perutnya. Hamzah ikut tersenyum me

