Tanpa sadar air mata Aletta menetes. Kakinya lemas, sampai dia harus berpegangan pada tembok yang ada di sampingnya. Sakit, terlalu sakit mendengarkan ucapan Sarah dan teman-temannya. Ingin menyalahkan mereka, ingin melabrak mereka karena berani membicarakan dirinya di belakang. Tapi Aletta tak mampu. Semua yang mereka katakan itu benar adanya. Meski Hamzah tidak pernah menunjukkan sikap tidak baik kepadanya, tapi rasa rendah diri itu kembali menguasai dirinya. Sarah mendengar kalau acara tausiah di panggung sudah selesai. Dia segera beranjak keluar bersama dengan teman-temannya, keluar dari kelas. Saat Sarah keluar, dia kaget melihat ada Aletta berdiri tidak jauh darinya. Melihat Sarah di depannya, Aletta berusaha menegakkan badannya dan mulai berjalan kembali ke tempatnya. Tak ada s

