“Ciee ... kembaran sama Ustad,” ledek Rina saat menyambut kedatangan Aletta dan Hamzah di tempat acara. “Ya iya lah. Namanya juga suami istri. Harus serasi lah. Iya kan, Mas?” tanya Letta manja sambil menatap suaminya. Hamzah tidak menjawab. Dia hanya melempar senyum tipis sebagai jawabannya lalu kembali melihat ke sekitar, tempat acara akan berlangsung. “Ustad ... Ustad,” panggil seorang santri putri yang berlari ke arah Hamzah dan Aletta. Hamzah melihat ke arah santrinya. “Ada apa, Kia?” tanya Hamzah. “Ustad, di panggil sama Ustadzah Sarah. Penting katanya.” “Sarah? Mau ngapain dia panggil Mas Hamzah?” sahut Aletta yang tidak suka dengan kabar yang dibawa santri suaminya. Santri itu menggeleng. “Gak tau, Umi. Katanya penting. Ustad ditunggu di kelas 2.” Hamzah menoleh ke istrinya

