“Duduk dulu bentar, aku carikan obat tetes mata,” perintah Hamzah pada istrinya saat mereka sudah ada di dalam ruang kerja Hamzah. Aletta duduk di kursi panjang yang ada di ruangan suaminya. Dia masih menutup satu matanya dengan tangan, agar tidak semakin iritasi. Hamzah mencari obat tetes mata yang pernah dia simpan, tapi kini malah pergi entah ke mana. Setelah beberapa saat mencari di laci mejanya, akhirnya benda kecil itu pun ketemu. Hamzah menghampiri istrinya dengan membawa obat dan juga kacamata. “Coba buka dulu sini matanya, biar aku tetesin pake obat mata dulu,” ucap Hamzah sambil mengangkat dagu istrinya agar dia bisa lebih mudah meneteskan obat itu. “Mas, perih loh, Mas. Dikit aja ya,” pinta Aletta yang masih takut. “Iya, dikit aja. Nanti tutup pake kaca mata aja. Ntar di t

