“Bahagia? Menurut Papa gimana?” tanya Aletta balik sambil memamerkan senyumnya. Surya membalas senyum putrinya. “Masih mau pulang gak?” ledek Surya. “Ih Papa ini apaan sih. Kalo pulang ya Mas Hamzah ikut pulang lah,” jawab Aletta sambil tersipu malu. Surya terkekeh melihat wajah kemerahan putrinya yang mengingatkannya pada mendiang istrinya. Peninggalan istrinya yang selalu membuat dia terbayang pada istri tercintanya. Dia juga merasa lega karena jodoh dadakan yang dia pilihkan untuk putrinya itu telah menjaga amanahnya dengan baik. Bahkan yang membuat Surya semakin salut pada Hamzah, pria muda itu berhasil mengubah Aletta tanpa paksaan. Baju mini kurang bahan dan baju gelamor itu sepertinya telah menghilang dari hidup putrinya. Namun tetap saja kecantikan putrinya membuat baju yang S

