“Ya Allah ini uang apa?” Aletta tertegun menatap tumpukan uang merah itu dengan tangan gemetar. Pikirannya melayang ke mana-mana. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan mendapat uang sebanyak ini dari wali santri pondok. Dia memejamkan matanya sejenak, berusaha menyangkal dan meningkatkan kepercayaannya pada suaminya. “Gak mungkinlah kalo Mas Hamzah terima uang haram. Pasti ada maksud tersendiri dari uang ini,” gumam Aletta. “Tapi ini uang apa? Masa uang donatur. Kalo uang donatur kan harusnya di kasihkan ke bendahara pondok aja. Kenapa harus ke Mas Hamzah.” Pikiran Aletta terus berkembang ke mana-mana. Uang di hadapannya itu bukan jumlah yang sedikit. 50 juta, bisa untuk menyuap seseorang agar memperlancar urusannya. Dia mulai mengingat kehidupannya selama pindah di sini. Hamzah y

