“Ya ak-aku ....” Aletta terdiam sesaat. “Ak-aku ... gak papa. Iya gak papa,” jawab Aletta sambil memalingkan wajahnya dari sang suami. Tentu saja dia tidak mau suaminya melihat dia gugup. Hamzah melihat kulit putih istrinya itu perlahan berubah jadi sedikit memerah. Dia tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. “Ok. Aku juga gak papa,” jawab Hamzah dengan suara pelan. Aletta langsung menoleh ke suaminya. “Gak papa?” tanyanya panik. “Oh iya ... gak papa,” ucap Aletta pelan sambil menundukkan kepalanya. Ingin sekali rasanya dia berteriak mengapa suaminya itu malah setuju kalau mereka akan sekamar. Seharusnya Hamzah bisa mencari alasan untuk membiarkannya tetap di kamar itu sendirian. Tapi memang akan sangat aneh kalau Hamzah sama sekali tidak akan masuk ke kamarnya. Pasti pernikahan

