16. Pujian Membesarkan Hati

1808 Kata

“Ada yang mau Umi bicarakan sama kamu dan Letta, Ham,” ucap Umi Salamah. “Masuk, Mi kami baru mau makan siang.” Hamzah membuka pintu belakang rumahnya lebar-lebar agar uminya busa masuk. “Umi, ayo makan,” sapa Aletta saat dia melihat mertuanya masuk ke dalam rumah. Umi Salamah masuk ke ruang makan sambil tersenyum. Tapi sedetik kemudian, langkahnya terhenti. Mata wanita paruh baya itu tertuju pada Aletta yang memakai kaos kedodoran dan celana gombor milik Hamzah. “Loh Letta, kenapa pakai baju Hamzah?” tanya Umi Salamah heran. Aletta meringis malu. “Anu, Umi ... baju bersih Letta habis semua. Belum ada yang dicuci. Kan kemaren ke sini Cuma dibawain papa satu koper aja. Belum dibawain lagi.” “Dia gak mau nyuci bajunya, Mi. Udah tau kotor malah ditumpuk aja di kamar.” Kali ini Hamzah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN