36. Peringatan Keras Hamzah

1528 Kata

Aletta berdiri mematung di samping ranjang Sarah. Jantungnya berdegup kencang, semakin menambah sesak dadanya. Aletta seperti seorang narapidana yang tidak bisa menatap sang hakim. Terlalu canggung baginya menatap Sarah, meski wanita itu sedang tidak berdaya. Sarah menatap tamunya, tidak lagi dengan tatapan sayu, melainkan tatapan tajam yang penuh kebencian. Sarah menyipitkan matanya, berharap kali ini usahanya akan berhasil. “Letta, apa kamu mencintai Mas Hamzah?” tanya Sarah membuka pembicaraan dua wanita itu. Aletta menoleh ke Sarah. “Iya lah. Kami udah nikah. Pasti aku cinta sama dia,” jawab Aletta tanpa ragu. Sarah menarik napasnya perlahan. “Lalu, gimana sama Kevin?” Aletta sukses dibuat tercengang oleh Sarah. Dia tidak menyangka nama b******n gila yang menjebaknya itu akan dik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN