“Kamu kenal dia, Mas?” tanya Aletta dengan tatapan yang penuh selidik. Hamzah menoleh ke istrinya. Wajah bingungnya tidak bisa dia hindari lagi. Hamzah kembali melihat ke wanita yang ada di depannya. Tak ingin berlama-lama melihat wanita itu, wanita yang bukan muhrimnya, Hamzah memilih bertanya saja. “Maaf, siapa ya?” tanya Hamzah sopan. Diana tersenyum. “Duh, aku dilupain loj? Aku Diana, Ham. Anaknya Pak Darwis. Teman akrab Abah kamu dulu. Inget gak, dulu kamu pernah diajak Abah ke rumahku di Bandung? Kita makan bakso bareng di halaman belakang.” Diana tertawa kecil, matanya berbinar menceritakan memori itu. Hamzah mengerutkan kening, mencoba menggali ingatan yang terkubur. Sedikit senyum mengembang di bibir Hamzah, saat dia mulai mengenali orang yang dimaksudkan. “Ya Allah, Pak Da
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


