“Ohh iya, tentu. Memangnya sama siapa lagi sih.” Sabrina terkekeh. Garing, tentu saja. Canggung. Sambil memakai kembali dress merah tadi. “Loh, Sab, katanya kamu mau ganti dress? Kok pakai itu lagi?” Hemm nah, kan, bohong saja terus Sab! Sampai kamu capek sendiri. Astaga Sabrina, kamu benar-benar berbeda dengan yang aku kenal. Kamu penuh kebohongan. Sabrina yang berdiri membelakangi Rayya, menggigit bibir bawahnya dan sebentar memejamkan kedua mata. Dia baru tersadar, sudah salah langkah. “Ohh kupikir-pikir, ya sudahlah pakai ini aja lagi, acaranya juga hanya tinggal sekitar ….” Sabrina melirik ke jam di dinding. “Dua jam lagi, kan? Kurang malah.” Rayya tersenyum. Berjalan santai, lalu duduk di tepian ranjang. Ranjang milik Sabrina yang terlihat berantakan. Sedangkan ranjang miliknya s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


