“Se—sedang apa ya, Pak?” Yudhis gugup sekali. Dia benar-benar takut kalau bosnya ini tahu apa yang sebenarnya terjadi. Akan sungguh memalukan jika orang-orang tahu dirinya menegang di saat jam makan siang seperti ini. Sungguh waktu dan tempat yang salah. “Ya sedang tegang.” Lalu Arjuna terkekeh dengan santainya. Membuat Yudhis dan Sabrina bernapas lega. Sedangkan Rayya memutar kedua bola mata dengan malas. Pikirnya, itu adalah lelucon yang tidak lucu sama sekali. “Pak Juna bisa saja bercandanya,” ucap Abram lalu tertawa dengan dibuat-buat, padahal dia juga merasa tidak lucu sama sekali. Yudhis melirik Sabrina yang sedang menikmati menu makan siangnya, seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal dia sudah membangunkan singa jantan yang sedang tertidur lelap. Di saat yang lain asyik mengobrol

