Sabrina yang sejak tadi masih duduk di depan meja rias, menghadap cermin besar. Mencoba beberapa warna lipstik pada bibirnya. Seketika tertarik dengan kesibukan Rayya yang tiba-tiba. Sejak tadi Rayya anteng duduk di atas ranjang, dengan laptop menyala di pangkuannya. Lalu tiba-tiba gadis itu mematikan layar laptop dan menyimpannya, turun dari ranjang, memakai cardigan rajut over size, lalu meraih tas selempang putih. “Mau kemana, Ray?” Sabrina menoleh ke belakang, keningnya mengernyit. “Umm mau cari udara segar dan—mungkin secangkir kopi. Kepalaku pusing dari tadi mikirin kerjaan.” Rayya melirik jam besar di dinding. Sepuluh menit menuju pukul empat sore. Sabrina terkekeh kecil. “Lagian kamu sih, kita kan lagi liburan, ngapain bawa laptop segala. Sekali-sekali santai sedikit dong, Ray.

