“Loh? Kok buat saya Pak?” Rayya pikir, mungkin dia sudah salah dengar. “Yaa memang buat kamu. Kalau Acha Septriasa dan Laura Basuki sudah ada wardrobenya.” Rayya terdiam, mematung. Berusaha mencerna apa maksud kalimat si bos. Keningnya mengernyit. “Maksudnya buat saya, gimana ya Pak?” “Pilih gaun yang paling kamu suka, untuk kamu pakai di acara gala dinner nanti malam.” “Hah?” “Pilih gaun yang paling kamu suka, untuk kamu pakai di acara gala dinner nanti malam.” “Ck iya saya dengar, Paakk.” “Oh, kirain hah tadi itu karena kamu nggak dengar.” Rayya diam beberapa detik. Dalam kepalanya sibuk mencerna. Apa gerangan maksud terselubung dari pak bosnya ini hingga sampai berbaik hati mau membelikannya gaun mahal. Detik kemudian dia memicingkan kedua bola mata. “Apa sepulang dari Bali say

