“Itu yang acara jam satu siang kamu hubungi Bu Nadya biar beliau saja yang hadir. Bilang saja nanti Andre yang bayar belanjaannya,” ucap Andre setelah sekretarisnya membacakan jadwalnya hari itu. “Baik, Pak. Jadwal berikutnya mau diajukan saja atau tetap, Pak?” “Biarkan aja. Saya harus menyelesaikan pekerjaan lain.” “Baik. Saya permisi, Pak.” Tak lama setelah sekretarisnya keluar, ponselnya berbunyi menampilkan nama kakak perempuannya. “Ndre, unlimited ini?” “Unlimited gimana? Kak Nad mau meras aku?” Nadya tertawa renyah. “Aku mau ajak Mami ya, Ndre. Undangannya wajib dibawa enggak? Kirim ke Mami aja entar.” Andre hanya mengiyakan saja. Ia kemudian membuka laptopnya setelah kakaknya menutup sambungan teleponnya. Ia begitu asyik dengan pekerjaannya hingga sekretarisnya mengetuk pint