HARGA IKATAN

2417 Kata

Jet pribadi itu telah menghilang dari langit Málaga ketika Belle akhirnya melangkah masuk ke lounge eksklusif bandara. Ruang yang cukup untuk membuat gema kepergian itu terasa menggaung tanpa ampun. Tempat itu sunyi, berlapis kayu gelap dan kaca tebal yang menghadap apron privat. Lampu-lampu bandara di tengah kelamnya langit mengingatkan Belle akan berlian hitam yang ia temukan secara tak sengaja bersama Gyan. Orang-orang di sekitarnya bergerak dengan ritme normal; para staf bandara, keluarganya, dan Famiglia yang tak pernah benar-benar beristirahat. Vittore duduk di kursi sudut, punggungnya tegak, kedua tangan bertumpu di kepala tongkatnya. Lorenzo berdiri tak jauh darinya, menatap layar tablet yang memuat beberapa laporan bisnis yang terus berdatangan. Dan Belle… masih duduk di window

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN