RIUH VS SUNYI

2362 Kata

Gyan akhirnya duduk. Dalam arti harfiah—ia yang terakhir mengambil tempat di meja itu. Seusai menyapa Diana dan Andra, ia sempat menyambangi Bruno yang menertawakannya dari kejauhan. Jelas, itu karena bagi Bruno, kehadiran Diana adalah humor ter-epic di pesta. Entah bagaimana, Bruno malah berlari saat Gyan mendekat, dan akhirnya kedua sahabat itu malah kejar-kejaran singkat di taman, berakhir dengan mereka berdua terjatuh di rumput dan tawa Bruno yang pecah begitu puas. “Aku benar-benar respek dengan istrimu,” ujar Bruno di sela napasnya yang belum kembali stabil. “Dia memberimu kejutan terbaik.” Gyan hanya mengangkat tangan, mengakui jika ia pun tak habis pikir dengan istrinya itu, sebelum akhirnya kembali ke meja. Dan tentu saja, ia duduk tepat di samping Andra. Bukan karena hanya k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN