“Perfect sunny day,” gumam Gyan. “Dan musim semi,” sambung Belle. “Bukankah harusnya kita berjalan kaki di trotoar, love?” Belle mengangguk. “Aku juga berpikir begitu. Apa masih jauh ke tujuan kita?” “Tidak.” “Kalau begitu?” “Tepikan mobilnya. Kami akan berjalan kaki dari sini,” ujar Gyan ke driver mereka. Sedan mewah itu berhenti. Bruno turun lebih dulu, membukakan pintu untuk Gyan dan Belle sambil memberi instruksi singkat ke anak buahnya yang mengikuti dari jarak aman di belakang. “Sepatumu nyaman?” tanya Gyan. Belle melirik kakinya sendiri, lalu mengangguk. “Aku tidak berniat berlari.” “Sayang sekali,” sahut Gyan. “Padahal aku sudah siap.” Belle mencubit lengan suaminya. “Monsieur Elroy!” Gyan terkekeh. Mereka mulai berjalan. Trotoar Montmartre sore itu cukup hangat. Cahay

