Jelita menunduk sambil menahan perutnya. Namun, matanya melirik ke mobil sebelah. "Bi... Biarkan mobil itu bergerak lebih dulu," bisik Jelita pada Pram. Pram mengikuti kata kata perempuan di sampingnya itu meski dalam kondisi bingung. Ia membiarkan mobil mewah tersebut melintas mendahului mereka. Mobil yang tidak asing. Plat nomornya juga. Pram mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat. Oh ini mobil yang dulu berhenti di lobi rumah sakit. Aku bersama dua lelaki yang keluar dari mobil tersebut di dalam lift. Mereka bergerak ke kamar rawat di lantai tujuh. Kenapa dengan mobil itu? Apa Jelita ada masalah dengan penumpangnya? Atau apa ada hal lain? Ia menoleh ke arah Jelita yang menunduk tapi kepalanya menoleh ke sisi kiri tepat saat mobil tersebut melintas. Pram menyimpan

