Sadina terdiam beberapa saat. Ia merasa emosional. Suasana hatinya yang sedang tidak baik baik saja semakin memburuk. Ditambah lagi mendengar kabar kalau mantan istri Banyu mengunjungi dokter kandungan. Hal itu semakin membuat pikiran negatif bermunculan. Namun, ia dengan cepat merespon telepon dari orang suruhannya itu. “Apa dia hamil?” “Sepertinya begitu buk.” “Cari dia. Cari sampai ketemu…” “Baik.” Sadina langsung menutup teleponnya dengan perasaan geram. Ia tak percaya apa yang didengarnya. “Perempuan itu hamil? Anak Banyu?” Sadina berjalan mondar mandir tak menentu. “Tapi… Bagaimana mungkin Banyu dan dia berpisah kalau dia hamil…?” “Apa.. Apa Banyu tidak tahu?” Sadina termenung. Ia menarik nafas panjang memikirkan kemungkinan itu. Jantungnya berdebar kencang. Banyu mau me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


