Jelita terbangun dengan bingung. Aku dimana? Oh kamar tidurku… Tapi, kapan aku masuk kamar? Jelita mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat. Oh… Iya… Banyu… Semalam aku dan dia bersama sama, mengobrol di kursi, dan kemudian… Sepertinya aku tertidur. Jelita mulai mengingat segalanya. Ia pun tersenyum sambil memeluk guling, “Banyu… Kita ketemu lagi. Setelah sekian lama.” Aku dan Banyu bicara banyak hal. Meski dia belum cerita mengenai alasan perceraian, tapi… Setidaknya aku tahu kalau dia masih menyimpan rasa untukku. Sena tidak akan kehilangan kasih sayang ayahnya. Banyu janji akan bertanggung jawab. Semua ini mungkin salah karena dia suami orang sekarang. Tapi, selama aku simpan rapat rapat hanya dalam pikiranku dan tidak melakukan apapun.. Mungkin tidak apa apa? Ah, ini ha

