Sadina Parwati tidak bisa tidur. Ia berguling guling di atas ranjang dengan tak menentu. Bayangan wajah suaminya terus muncul dan membuatnya kesal setengah mati. Tapi, sejujurnya, jauh di lubuk hati, bukan perasaan kesal yang mendominasinya. Ada emosi lain yang menggelora… Ia bergairahh. Ia menginginkan sentuhan suaminya. Itu sebabnya Dina kesal karena Banyu sepertinya tidak menginginkan hal yang sama. Dina duduk di atas ranjang sambil melamun. Ia kemudian bergerak mengambil wiski yang sengaja diletakkan di kamar tidurnya. Dina menuangkan ke dalam gelas kecil dan meminumnya. Ia memejamkan matanya dan mencoba membiarkan dirinya terlarut dalam pengaruh alkohol. Drr… Drrr… Ada pesan masuk ke ponselnya. Meski bertanya tanya mengenai si pengirim pesan saat dini hari begini, ia yang

