Lahan datar kosong yang akan digunakan untuk acara perkemahan ternyata lebih luas dari yang Jovanka bayangkan. “Untung gue milih spanduk yang lebih gede lagi,” gumam cewek itu yang ditanggapi dengan anggukan oleh para panitia dekdok lain. Berbeda dari lokasi sebelumnya yang batal, tanah di sini tidak becek dan berlumpur walau masih tetap basah. Rumput juga jarang, jadi panitia tidak perlu khawatir soal adanya ular yang bersembunyi dalam semak-semak. “Kita bagi tugas. Seksi dekdok, kalian pasang spanduk dulu di depan. Peralatan ambil tambang dan meteran dari bagasi, kita ukur dulu buat bagian-bagiannya.” Johannes langsung memberi instruksi begitu turun dari mobil. Semuanya menuruti perintah sang Ketua tanpa ada yang protes. “Pegang yang kuat!” Dua orang menancapkan bambu panjang ke ta

