Ify tersenyum lebar melihat sepasang anak manusis didepannya. Dua jam yang lalu Bian menghubunginya dan mengatakan akan mengajak Erina datang kerumah, puteranya itu juga meminta supaya ia harus meyakinkan Erina supaya mau menjalin hubungan dengan Bian. Melihat wajah Erina yang tersenyum tipis, Ify sudah mengambil kesimpulan bahwa wanita ini memang tidak setuju diajak kemari. Walau begitu Ify bisa melihat dengan jelas bahwa Erina itu wanita yang cantik dan terpelajar. Lain dengan menantu pertamanya yang cantik dan pendiam atau menantu keduanya yang manis dan banyak bicara. "Ayo masuk." Erina mengikuti wanita cantik yang katanya ibunya Bian ini, meski ia sama sekali tidak percaya. Bian terus berada disamping Erina seakan memberi bimbingan. "Mom, ini yang namanya Erina. Nama lengkapnya bis

