Palingan cuma teman... Cuma teman... Cuma teman... Iya gak bang? "Ano." Ano sedikit terkejut dan menatap Sasa bertanya. "Es krimnya dihabisin nanti semakin meleleh, jangan melamun terus." "Eh, i-iya." sesuap es krim rasa cokelat dimasukkan kedalam mulut Ano, tetapi matanya tertuju pada wanita yang ada didepannya. Sasanya terlihat cantik hari ini seperti biasa, hingga entah untuk keberapa kalinya Ano memergoki para pria menatap Sasa penuh minat dan Ano tidak suka hal itu. Sejak semalam ucapan Elang terus terlintas dalam benak Ano, egonya sebagai pria merasa tersakiti atas kenyataan yang menyatakan dirinya dan Sasa hanya sekedar teman tidak lebih. Rasanya ingin sekali menyatakan perasaannya, tetapi ini sangat terlalu cepat. Baru kemarin mereka bertemu lagi dan kembali dekat menjadi te

