Ano terus menghelakan nafasnya sambil menggelung kertas draf desain dan memasukkannya kedalam drafting tube, ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini meskipun ia sedang menjalani perdebatan batin. Tetap saja Ano harus profesional dalam bekerja. Ketukan pintu sedikit mengusik Ano, dengan segera ia membukakan pintu kamarnya yang sebelumnya terkunci. "Mommy? Ada apa Mom?" "Mommy lagi mau ngobrol aja sama Ano. Mommy rasa ada yang aneh dengan kelakuan kamu sejak kemarin sore. Ada masalah?" Tanpa izin Mommy nya sudah terduduk di tepi ranjangnya. Ano menghela nafas dan kembali ke meja kerjanya yang berada disudut kamar. "Kalo pekerjaan enggak, kalo yang lain iya." Ify mengerutkan kening tak paham. "Yang lain? Masalah cinta?" Mau bagaimana pun Ano mengelak didepan Mommy nya pas

