"Engghhh.. mas..." ucap Alma di sela-sela ciuman mereka. "Iya sayang?" jawab Arkan dengan suara yang terdengar begitu berat, Deru nafasnya memburu seiring dengan tangannya yang mulai menjelajahi bagian tubuh Alma. "Tunggu ya 1 bulan 2 minggu lagi, kamu enggak bakal dapat penolakan seperti sekarang." ucapan ulama yang kemudian bangun merapikan pakaiannya sedikit yang sudah hampir terbuka akibat calon suaminya itu lalu menyalakan lampu, dia bergegas untuk pulang. "Kamu tuh paling bisa banget ya, Tunggu sebentar aku mau nganterin kamu balik, Kamu tunggu di luar aja Takutnya kalau kamu di sini terus aku bisa bisa nyerang kamu lagi. tapi emang kamu mau diserang sekarang? kalau kamu mau mah ya udah aku ayo aja." ucap Arkan dengan nada bercanda, kemudian Alma hanya menatapnya dengan tatapan ke