“Kamu ngapain dek, berdiri di situ? Gak panas?” Ucap Hendra ketika melihat putrinya sedang berdiri sendirian di balik pagar. Cuaca sedang panas-panasnya namun Sabina terlihat betah di sana, memandang ke arah luar yang bahkan Hendra sendiri tidak tahu anaknya itu memandang apa. “Sabina?” panggil Hendra sekali lagi, kemudian Sabina berbalik berjalan menuju arah papa nya. “Papa…” “Iya sayang kenapa? Kamu kenapa? Apa yang lagi di pikirin sama anak papa? Mukanya kenapa kusut banget itu? Sabina kenapa? Atau Sabina lagi pengen sesuatu? Biar papa beliin, Sabina mau mobil baru kah? Apartement baru? Atau apa? bilang aja sayang, papa beliin sekarang.” Ucap Hendra namun putri sematawayang nya itu dengan cepat menggeleng, ia kemudian menarik napas panjang di depan