Bab 26. Obsesi Mantan

1316 Kata

“Hey … mau main kasar?” Ucap Dewangga ketika Jandita kemudian mendorong tubuhnya hingga terhempas ke ranjang mereka. Jandita tersenyum kecil, lalu naik ke pangkuan Dewangga yang setengah rebah dan duduk di pahanya untuk membuka kancing kemejanya. “Iya. Mau dikasarin sama kamu,” jawab Jandita tanpa ragu. Dewangga tertawa. Agak lucu dan menggemaskan. Ia tak menyangka jika gadis itu benar-benar menagih janjinya pagi tadi di butik. Namun, Dewangga senang. Itu artinya, Jandita benar-benar mencintainya. Ketika kemudian wanita itu selesai melepas semua kancing kemeja Dewangga dan meloloskannya dari bahu, Jandita menatap pria itu malu-malu. Wajahnya penuh kekaguman terselubung usai melihat tubuh kekar suaminya, walaupun sudah berusia 40 lebih. “Kenapa? Hmm?” Jandita mendongak, lalu meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN