Cinde menatap dirinya di depan cermin melihat penampilannya kembali seperti 3 bulan lalu. Pakaian yang di kenakan mungkin terlihat sederhana, make up yang di kenakan nya pun terlihat lebih tipis. Namun terkesan sungguh elegan. Jantung Cinde terus berdetak dua kali lipat dari biasanya. Apa tidak masalah Cinde berpenampilan seperti ini? Rasanya dia malu sekali karena berubah menjadi seorang angsa cantik. Rambut hitam panjangnya di potong menjadi sebahu, terlihat menawan dan dewasa. Siapapun yang melihat Cinde yang sekarang mereka tidak akan pernah menyangka jika si kumal menjadi sosok Putri cantik. "Lama-lama cerminnya bisa pecah itu." Cinde menatap Owen yang baru masuk ke dalam rumah. "Apa aku terlihat aneh?" "Aneh? Apanya yang aneh?" "Yang kau lihat." Owen memandang Cinde dari ujun