bc

My Sister's Best friend

book_age18+
75
IKUTI
1.0K
BACA
family
HE
age gap
friends to lovers
playboy
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
kicking
bold
witty
campus
city
office/work place
addiction
seductive
like
intro-logo
Uraian

Kelvin Bumi Sagara tak pernah gagal mendapatkan perempuan. Sampai ia jatuh cinta pada Alyssa Swan Levine, sahabat kakaknya yang menganggapnya hanya playboy tak tahu diri.

Saat Kelvin memutuskan berubah, justru kakaknya menjadi orang pertama yang menentang hubungan mereka. Di sisi lain, Alyssa menyimpan rahasia yang membuatnya tak berani membuka hati.

Bisakah seorang playboy membuktikan bahwa cintanya kali ini benar-benar tulus?

chap-preview
Pratinjau gratis
Tom N jerry
Malam itu kediaman keluarga Sagara masih terlihat ramai meskipun jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Diatas meja masih tersusun tumpukan dokumen, tablet, laptop, dan proposal acara tahunan perusahaan yang akan diselenggarakan tiga hari lagi. Acara itu bukan acara biasa. Para pemilik perusahaan besar, investor, kerabat, atau bahkan pejabat politik ikut hadir di dalamnya. Sedikit saja ada kesalahan maka reputasi perusahaan menjadi taruhannya. Ben Sagara, Papa Luna. Duduk di sofa sambil membaca laporan terakhir yang diberikan putrinya. “Kamu udah pastiin ya sama tim kamu kalau semuanya udah siap dan sesuai rencana?.” Tanyanya seurius. “Udah pa…pokoknya semua vendor udah aku cek ulang dan semua siap bahkan rundown acara udah aku revisi empat kali buat mastiin ga ada yang keliru..” Jawab Luna dengan percaya diri. “Nah…itu baru anak papa.” Ben tersenyum puas. “Kalau sampe ada masalah.” “Aku selesaikan dengan tenang pa…” “Kalau vendor telat?.” “Aku langsung ganti pa..” “Kalau listrik mati?.” “Genset cadagangan udah siap pa..” Luna tersenyum puas. “Terus kalau investor marah?kecewa?." "Aku yang hadapi…aku bakalan kasih pengertian..” Ben tertawa puas. "Bagus." Luna langsung mengangkat dagu. "Ya iyalah pa. Ini acara yang aku pegang dua tahun berturut-turut dan selalu sukses, anti gagal..." "Tuh dengerin." ujar ibunya bangga. Luna semakin semangat. "Bahkan tahun lalu acara kita jadi salah satu corporate event terbaik menurut majalah bisnis." "Tuh kan." "Aku juga dapet penghargaan." Tepuk. Tepuk. Tepuk. Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar dari arah tangga. Semua orang menoleh. Kelvin berdiri sambil tersenyum lebar. "Hebat sekali kakak aku ini.." Luna langsung mendelik. "Pulang juga tuh anak." Kelvin turun sambil tetap bertepuk tangan. "Kakak kayak baru menang piala dunia aja." "Kelvin." Ben langsung menatap tajam. "Kamu baru pulang?" Kelvin duduk santai di samping mamanya. "Iya pa." "Dari mana?" "Kerja." "Jam segini?" "Networking lebih tepatnya." Luna langsung menyahut. "Networking atau flirting?" Kelvin menoleh. "Bedanya tipis." BUGH! Bantal langsung melayang ke mukanya. "Aduh!" "Ngaku aja sana." Kelvin tertawa. "Mama lihat gak sih? Aku baru duduk udah kena KDRT." Ibunya menahan tawa. "Itu karena kamu suka cari masalah." "Aku gak cari masalah." "Kamu lahir aja udah bikin masalah." sahut Luna cepat. Ben langsung menunduk menahan tawa. Kelvin melotot. "Wah….." "Kenapa?mau protes?." "Kalimat itu nyakitin." "Syukurin." "Papa denger gak?" Tanya Kelvin. "Denger…” "Papa gak marah?" Ben mengangkat bahu setengah bercanda. "Soalnya ada benernya…" "Mamaaaa...papa kejam kaya kakak.." Kelvin pura-pura seperti anak kecil mengadu. Ibunya tertawa kecil. "Kamu memang sering bikin kakak kamu pusing." Luna langsung menunjuk Kelvin. "Nah kan." Kelvin mendengus. "Ya ampun. Aku tuh di kantor udah kerja. Masa pulang ke rumah masih diomelin juga…cape banget…" "Ini acara perusahaan, Vin..setahun sekali..Tahun depan kamu aja yang mimpin ya…" kata mamanya. "Ya berarti masih ada tiga ratus enam puluh empat hari lagi buat santai." BUGH! Bantal kedua mendarat tepat di dadanya. "KAK!" "Mulut kamu tuh ya.." Kelvin mengambil bantal itu lalu memeluknya. "Lagian kakak kenapa sih sensitif banget akhir-akhir ini?" Luna langsung diam. Kelvin menyipitkan mata kemudian tersenyum jahil. "Oalah…aku tahu…” "Tahu apaan?" Kelvin menoleh ke arah kedua orang tuanya. "Dia lagi galau ma, pa." Luna langsung bangkit. "Kelvin, rem mulut kamu ya .." "Tuh kan bener .." "Mama sumpah aku tonjok adik aku ini.." Kelvin malah tertawa semakin keras. "Kakak habis putus kan sama kak Aldi?" "Diem!" "Oh iya bener." Luna mengambil bantal lagi. Kelvin langsung bersembunyi di belakang mamanya. "Mama lindungin aku." "Kamu sendiri yang mulai." "Mama gak adil." "Kamu lebih gak adil." Luna masih kesal. Kelvin malah terus mengganggu. "Kasihan ya." "Apa lagi?" "Dua tahun datang acara perusahaan sama orang yang sama…eh tahun ini datang sendirian.” Ben langsung batuk menahan tawa sementara ibunya bahkan menutup mulut. Luna memejamkan mata dan kelvin masih belum selesai. "Nanti pas sesi foto gimana ya ma?Biasanya ada kak Aldi. Nanti sendirian dong." "Kelvin mulut kamu tuh udah kaya cewek kalau nyindir..." "Mau aku pinjemin pacarku?" SUNYI. Semua orang langsung menoleh. Luna tersenyum. Senyum yang sangat berbahaya. "Oh gitu." Kelvin langsung sadar. "Salah ngomong." "Pacar yang mana?" "Hah?" "Yang minggu lalu?" Kelvin diam. "Atau yang dua minggu lalu?" Kelvin diam lagi. "Atau yang bulan lalu?" Kelvin mulai menggaruk kepalanya tanpa alasan. Ben mulai tertawa begitupun Ibunya ikut tertawa. Luna semakin semangat. "Ayo jawab." "Itu..." "Yang mana?" "Rahasia." "Oh jadi banyak." Kelvin langsung menunjuk Luna. "Jangan alihin topik." "Kakak gak alihin topik." "Alihin." "Gak!!" Kelvin menoleh ke orang tuanya. "Nih lihat kan." "Kenapa?" Tanya papanya. "Orang putus emang emosian ya?" Luna langsung berdiri. "KEEELVIIIIN!" Kelvin melompat dari sofa. "Aku pergi dulu." "Kelvin sini!" Kelvin langsung lari mengelilingi meja. Luna mengejarnya sambil membawa bantal. Mereka berputar dua kali mengelilingi ruang keluarga. Ben hanya menggelengkan kepala sementara sang ibu tertawa sampai matanya berair. "Kalian berdua ini ya..." Kelvin bersembunyi di belakang papanya. "Papa tolong." "Keluar." "Papa!" "Keluar." Luna menunjuk adiknya. "Tunggu aja nanti aku bongkar semua foto-foto pacar kamu pas acara perusahaan." Kelvin langsung pucat. "Kak itukan privacy…” "Katanya networking?" "Ya networking romantis." Luna tertawa puas dan malam itu, pembahasan acara perusahaan yang awalnya serius berubah menjadi arena perang kakak-adik seperti biasa. Karena di keluarga Sagara, tidak ada yang lebih konsisten daripada pertengkaran antara Luna dan Kelvin. Bahkan kedua orang tua mereka sudah menyerah untuk melerai dan memilih menikmati pertunjukan gratis tersebut hingga tiba-tiba handphone Luna berdering diatas meja. “Kak tuh Alyssa nelpon…” Ibunya melirik kearah meja. Seketika Luna berhenti mengejar dan mengambil handphonenya. Dia berjalan menjauh ke arah taman belakang. “Angkat telepon aja ngejauh, bukan Alyssa itu ma pasti cowok tapi dinamain Alyssa..” Gerutu Kelvin. “Itu sih trik kamu…” Ibunya mencubit hidung Kelvin. Pria itu hanya tersenyum. To be continued.....

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
798.2K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
374.3K
bc

Not just, the Beta

read
357.7K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook