Sosok Belinda Moses yang anggun tapi terlihat marah melangkah dengan penuh keyakinan, wajahnya merah padam. Gaun karya desainer terkenal yang dikenakannya bergerak mengikuti langkahnya yang tergesa-gesa. Anisa dan teman-temannya saling melirik dengan alis terangkat, mencoba menahan senyum dan rasa penasaran. "Aku kira dia sudah selesai," bisik Dian pelan. "Iya, ternyata belum. Ada drama apa lagi pagi ini?" balas Siska sambil memiringkan tubuhnya agar bisa melihat lebih jelas ke arah Belinda. Belinda bahkan tidak melirik ke kiri atau kanan saat melintasi lorong menuju ruang kerja Joseph. Dia langsung menuju pintu besar dengan pandangan penuh tekad. Dia mengabaikan semua karyawan yang menatapnya dengan heran dan ingin tahu. Dalam satu gerakan tegas, dia membuka pintu tanpa mengetuk, m