Menyadari tubuh sang istri yang kini terasa polos ketika tersentuh tangannya, Arka kemudian mengangkat tubuh itu dan membawanya ke atas kasur. Arka melepaskan pagutannya, kemudian menatap wajah yang kemerahan dengan kedua mata yang sudah berkabut. Sama seperti dirinya yang sama-sama merindu, Malika seolah lupa diri ketika pada akhirnya bisa kembali bertemu dan melihat wajah suaminya lagi. Mengimbangi tubuh yang sudah polos di bawah kungkungannya, Arka kemudian melepas kaos berkerah yang ia kenakan saat datang ke Bali untuk menemui sang istri. Yang dilakukan wanita itu hanya mengamati hingga seluruh pakaian yang menempel di tubuh suaminya terlepas. Mereka sama-sama polos kini. Tak ingin tubuh mereka tersentuh oleh udara dingin yang masuk melalui cel*h-cel*h jendela, Arka segera menari

