Malika sudah siuman dari pingsannya. Ketika ia bangun sudah ada Bu Dini, Adi, Ayu dan Bara di dekat brankar tempat tidurnya. Wanita yang tengah hamil itu langsung histeris begitu ingat tentang kejadian yang menimpa sang suami. "Arka! Di mana Arka?" teriaknya memenuhi ruangan VIP tempat ia dirawat, setelah dipindahkan dari ruang IGD satu jam yang lalu. "Sabar, Malika. Sabar, Nak!" seru Bu Dini berusaha menenangkan putrinya. Air mata sudah menggenang di kedua mata wanita paruh baya tersebut. Rasa iba yang memenuhi rongga jiwanya, membuat dadanya semakin sesak begitu melihat kondisi sang putri dan menantunya. "Arka di mana, Bu? Bagaimana keadaannya?" Seolah tak peduli dengan kata-kata yang ibunya ucapkan, Malika masih bersikap histeris. Adi yang melihat sang kakak panik, begitu iba

