Pembalasan Dendam

1859 Kata

Di sebuah ruang kamar salah satu rumah bergaya klasik Eropa, terlihat dua orang lelaki tengah berbicara serius. Seorang lelaki yang lebih muda tampak diam menunduk seperti sedang berada dalam ruang interogasi.  "Sekarang apa yang ingin kamu katakan setelah melihat semuanya, Matt?" Richard —sang kakak, menatap tajam adiknya itu.  Lelaki itu masih enggan bicara. Hanya sekedar menatap wajah kakaknya pun ia tak mampu. Matt merasa bodoh, setelah mengetahui Arka yang saat ini terbaring koma paska kecelakan yang sengaja dilakukan oleh Stephanie. Wanita yang begitu ia damba dan cintai, yang sempat ia bantu dalam misi kehancuran rumah tangga pengusaha kaya tersebut.  "Apakah saat ini kamu merasa puas setelah melihat kondisi Arka yang koma dengan sang istri yang tengah hamil? Bukankah ini yang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN