Enam bulan sudah Malika menemani Arka yang terbaring lemah dalam kondisi koma. Selama itu pula hari-hari Malika habiskan di rumah sakit. Ia tak rela meninggalkan sang suami walau sedetik saja. Kehamilannya yang sudah menginjak angka sembilan bulan dengan perut yang semakin membesar, tak membuatnya kesulitan sama sekali dalam menemani suaminya di rumah sakit. Arka sudah dipindah ke dalam ruang perawatan dengan segala fasilitas pendukung medis yang memenuhi wajah dan tubuhnya. Alat monitor jantung yang terpasang di samping brankar rumah sakit tempat Arka terbaring, adalah salah satu alat yang menjadi perhatian mata Malika demi keingintahuannya mengenai kondisi sang suami. Setiap detik, setiap waktu Malika selalu melihat ke arah monitor yang bunyinya memenuhi ruangan tempat Arka dirawa

