Pulang Kampung

1104 Kata

Mobil yang Malika tumpangi sudah memasuki perbatasan desa. Suasana pedesaan yang hampir tiga bulan lamanya ia tinggalkan, membuat hatinya merasakan haru yang amat sangat.  "Kang, saya minta tolong antar sampai depan rumah yah? Baru tiga bulan saja pergi dari kampung, kuping saya terasa panas mendengar gosip para warga." Malika berkata sembari kedua matanya memandang hamparan padi yang sudah mulai menguning.  "Iya, kamu tenang saja. Nanti Akang antar ke rumah. Sekalian sowan ke ibu kamu." "Makasih, Kang." "Lagian Malika, ucapan para warga kampung tidak usah kamu dengar. Mereka tidak tahu keadaan yang sebenarnya bagaimana, hanya bisa melihat dari luar tanpa bertanya untuk mengetahui lebih jelas," ujar Teh Lilis di sebelahnya.  "Iya, Teh. Tapi, tetap saja saya kok jadi enggak enak hati d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN