"Tapi, tuan Arka pasti akan mencari bukti lebih dari kehadiran Kak Malika di pernikahan Putra. Beliau akan memastikan, apakah Kakak benar-benar menghadiri pernikahan sahabat Kakak itu atau hanya sekedar alasan saja supaya bisa pulang kampung." "Ya, kamu memang benar. Walaupun sebetulnya Kakak sekarang malas untuk menghadiri undangan pernikahan Putra, tetapi Kakak lebih khawatir jika tuan Arka tahu dan malah marah sama Kak Malika." "Tuan Arka siapa?" tanya Bu Dian tiba-tiba. Malika dan Adi terkejut dengan kehadiran sang ibu, yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah obrolan mereka. "Ibu!" lirih Malika bersuara. Sosok wanita paruh baya dengan gurat menua yang semakin tampak di wajah— yang sebetulnya belum terlalu cocok dengan usianya, berjalan mendekat ke arah Malika dan Adi. Mengambil p

