Baru Awal yang Menyakitkan

1539 Kata

Udara segar pagi hari di desa, selalu Malika rindukan selama ia tinggal jauh di kota. Dan, kini bisa wanita itu rasakan kembali setelah tiga bulan lamanya ia meninggalkan rumah. Membuka jendela kamar yang langsung tersaji hamparan sawah dengan padi yang menguning, membuat mata itu memandang takjub tak percaya.  "Ya Allah, nikmat mana lagi yang aku dustakan." Tak pernah Malika merasa rindu seperti yang saat ini ia rasakan. Tak menyangka jika hidupnya akan melenceng jauh dari rencana yang lurus-lurus saja, dan Malika tentu bersyukur karenanya. Mungkin saja jika ia masih tinggal di desa, tak akan ia merasakan nikmat yang sudah Tuhan berikan padanya.  "Kak Malika!" panggil Adi dari luar kamarnya.  "Iya!" teriak Malika dari dalam, menyahut panggilan sang adik.  Pegangan pintu terdengar di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN