Malika tidak mengerti, untuk apa Nania memintanya untuk memakai gaun putih panjang yang begitu cantik setelah rapat para pemegang saham usai. "Ada sebuah pesta untuk menyambut putra penerus PT. Asoka Nanjaya, Malika." "Tapi, anakku tidak ikut. Ia tidak ada di sini," jawab Malika. "Iya, aku tahu. Ini hanya pesta simbolis saja." "Apakah kamu pikir aku akan tega menjalani pesta ini di tengah kondisi suamiku yang masih koma?" Malika menatap Nania. Meski ia tahu bukan gadis yang berdiri di depannya itu yang memiliki rencana, tetapi Malika pikir hanya kepadanyalah ia bisa melampiaskan kekesalannya. "Malika, kita semua tahu Arka sedang koma. Tapi, apakah kamu akan tega menolak hal kecil ini, yang kesemuanya tentu akan berimbas pada perusahaan Arka nantinya?" Malika mendadak diam. Seketik

