Mengetahui bahwa Savannah-lah yang berada di hadapannya, sudah pasti Danish merasa terkejut hingga kedua matanya membesar. “Pak” Panggil Savannah membuyarkan lamunan Danish. “Maaf, Pak. Tapi, bisa Bapak bangun?” Tanyanya ragu. Ucapan Savannah tersebut lantas menyadarkan Danish bahwa saat ini ia tengah bersandar pada Savannah. Hal itu sontak membuat Danish langsung menjauhkan tubuhnya dari Savannah yang langsung berjalan mundur dari posisi sebelumnya dengan perasaan lega setelah menahan nafas setelah beberapa saat. “Maaf” Ucap Danish. “Tidak apa-apa, Pak” Ujar Savannah. Danish lalu mengusap wajahnya yang masih merasakan efek dari bangun tidur siang singkatnya sekaligus memikirkan apa yang baru saja terjadi. “Mmm... Maaf, Pak. Saya lancang masuk ke ruangan Bapak. Tadi Bu Siska menyuruh

