Chapter 21

1451 Kata

Tidak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini langit dipenuhi oleh bintang-bintang yang menemani bulan menyinari bumi. Dan kini, Danish tengah berdiri di balkon apartemennya memandangi bintang-bintang itu dengan secangkir espresso di tangannya. Meski malam ini langit terlihat lebih cerah dan jalanan kota Jakartat terlihat lebih macet dari biasanya. Tapi, Danish sama sekali tak memedulikan hal itu. “Bagaimana kabarmu di sana?” Tanya Danish sembari menatap bintang yang bersinar paling terang di antara bintang lainnya. “Aku merindukanmu” Gumamnya. “Aku sangat merindukanmu, tapi... Tapi, aku tidak mau bertemu denganmu melalui peristiwa itu. I don’t want it and you know that well” Gumamnya lagi. Menghela nafas panjang, Danish lalu meneguk espresso-nya hingga tandas. Tak lama kemudian, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN