“Sekarang jelaskan padaku semuanya tanpa ada yang tertinggal” Pinta Ansel yang tengah berkacak pinggang di hadapan Savannah yang duduk di atas tempat tidur dengan kepala yang menunduk. “Savannah” Tegurnya saat Savannah tak kunjung membuka mulutnya. Namun, hingga beberapa saat kemudian Savannah tak juga membuka mulutnya. “Savannah, aku tahu kau juga memiliki kehidupan pribadi. Tapi, kali ini kau sampai kelewatan. Kau sampai membawa pria lain ke dalam kamarmu. Bukankah kau tahu kalau hal itu bisa saja merusak karirmu sebagai interpreter?” Ceramah Ansel. “Bagaimana kalau salah satu orang penting yang pernah kau temui melihatmu tadi? Bagaimana kalau ada yang secara diam-diam merekam kejadian tadi? Kalau sudah seperti itu, karirmu sebagai seorang interpreter akan hancur dalam sekejap” Lanjut

