“Itu artinya kita harus berpisah, bukan?” Tanya Aldebaran. Tangan Savannah seketika membeku. Senyumnya yang sejak tadi bertengger di bibirnya perlahan luntur. Keningnya mengerut dalam. Ia lalu menatap bingung pada Aldebaran yang tengah tersenyum di sampingnya. “Apa maksudmu? Kenapa kita harus berpisah? Apa kau benar-benar mabuk sampai bicara melantur seperti itu?” Tanya Savannah. “Saat kau bersama Pak Danish nanti, berarti posisiku sudah tergantikan olehnya. Aku tak bisa menemanimu lagi” Ujar Aldebaran. “Apa hubungan Pak Danish dengan posisimu? Kau sahabatku dan akan tetap seperti itu. Tidak ada yang bisa menggantikan posisimu selamanya. Tidak Pak Danish, tidak juga orang lain” Bantah Savannah. “Kalau tetap mau bicara melantur seperti itu, lebih baik aku pergi. Aku tidak ingin mendeng

