Bab 32 – Tempat yang Tidak Diketahui Siapapun

922 Kata

Kabut turun lebih dulu daripada pagi. Ellya berdiri di teras rumah kecil itu, memeluk dirinya sendiri, membiarkan dingin menyusup pelan ke kulit. Kebun teh terbentang hijau pucat di hadapannya, barisan rapi yang menanjak mengikuti kontur bukit. Angin membawa aroma tanah basah dan daun segar. Sunyi. Tidak ada suara mobil. Tidak ada langkah orang lain. Hanya alam yang bergerak dengan ritmenya sendiri. Rumah ini peninggalan ibunya. Tidak besar. Dinding kayu tua yang dicat ulang seadanya. Jendela kecil menghadap kebun. Ellya datang semalam, tanpa memberi tahu siapa pun. Kunci lama masih cocok. Seolah tempat ini menunggunya kembali. Ia masuk, menutup pintu, dan menyalakan kompor kecil. Air dipanaskan. Cangkir enamel diletakkan di meja kayu. Ellya duduk, menatap uap tipis yang naik. Pagi di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN