Kedua mata Kavi langsung membulat mendengar pertanyaan Melody. Yah, itu benar, Desi dengan terang-terangan berkata bahwa ia mencintai Kavi. Ia sendiri risih dan ia yakin, melody juga tak akan senang. Namun, jujur dengan Melody juga tak lantas mudah bagi Kavi. "Bener? Dia suka sama Kakak? Sejak kapan?" tanya Melody lagi. Kali ini dengan bibir lebih manyun. Kavi menggeleng. "Aku nggak tahu sejak kapan, tapi aku nggak punya perasaan yang sama dengan Desi. Jadi, meskipun aku kerja bareng dia, aku nggak akan macam-macam." "Kalau dia yang macam-macam?" Melody menatap Kavi dengan perasaan berkecamuk. Ia sadar, Kavi sangat tampan dan semua wanita akan dengan mudah jatuh hati pada Kavi. Namun, Desi tak hanya sekadar jatuh hati. Desi bahkan membantu Kavi agar bisa mendapatkan investasi besar. De